OBSERVASI
Senin, 01 Juli 2013
MINGGU 4
MINGGU 3
DEBAT TENTANG KERUGIAN DAN
KEUNTUNGAN TEKNOLOGY
Minggu ketiga dosen meminta
mahasiswanya untuk lebih tahu apa keuntungan dan kerugian menggunakan
teknology. Dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ada kelompok pro dan kontra.
Adapun keuntungan dan kerugian dari teknology tersebut adalah:
Keuntungan:
1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk
kepentingan pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning
yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau
kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik
dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan
lancar karena penerapan sistem TIK.
Kerugian :
1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data
menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah
system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam
menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir
pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of
attention).
MINGGU 2
PEMBAGIAN KELOMPOK UNTUK
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
Pemanfaatan
media pembelajaran yang relevan dalam kelas dapat mengoptimalkan proses
pembelajaran. Bagi guru, media membantu mengkonkritkan konsep atau gagasan dan membantu
memotivasi peserta belajar aktif. Bagi siswa, media dapat menjadi jembatan
untuk berpikir kritis dan berbuat. Dengan demikian media dapat membantu tugas
guru dan siswa mencapai kompetensi dasar yang ditentukan. Agar media
pembelajaran dapat dimanfaatkan dengan baik, guru perlu mengetahui kebutuhan
pembelajarannya dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa tentang
materi yang akan diajarkan. Terkait dengan itu, media perlu dikembangkan
berdasarkan relevansi, kompetensi dasar, materi dan karakteristik siswa. Guru
dapat berperan sebagai kreator yaitu menciptakan dan memanfaatkan media yang
tepat, efisen, dan menyenangkan bagi siswa. Namun dalam pemanfaatannya di
kelas, perlu ditekankan bahwa siswalah yang seharusnya memanfaatkan media
pembelajaran tersebut.
Pembagian kelompok untuk
membuat media pembelajaran untuk sekolah karena proses belajar pembelajaran
sangat bergantung pada teknologi untuk mempermudah pengajar dalam mentransfer
ilmu kepada muridnya Dari hasil pembagian kelompok tersebut kemudian dosen
meminta kita untuk menyerahkan nama kelompok, sekolah yang dituju beserta
materi apa yang akan diambil untuk pembuatan media pembelajaran. Kelompok kami
mengambil mengambil materi recount text untuk siswa kelas 8 dan sekolah yang dituju adalah SMPN 9
yogykarta yang berelokasi tidak jauh dengan kampus Cokrominoto kota gede.
MINGGU 1
REFLEKSI TENTANG PEMBELAJARAN
minggu pertama
disini dosen wahyu pujiono lebih memperkenalkan materi yang berhubungan dengan
IT salah satunya tentang media? Apa itu media? Dan manfaat media untuk
pembelajaran apa saja? Dan beliau mengirimkan postingan di Alfheuad dan dari
hasil postingan tersebut kami dapat materi yang berbentuk pdf yang memberikan
penjelasan seperti dibawah ini:
Dalam proses pembelajaran terdapat proses komunikasi yang
berlangsung dalam suatu sistem, dan di dalamnya terdapat media pembelajaran
sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran tersebut. Menggunakan media
dalam proses pembelajaran harus didasarkan filosofi atau alasan teoritis yang
benar. Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat proses belajar mengajar yang pada
dasarnya merupakan proses komunikasi. Dalam proses komunikasi tersebut, guru
bertindak sebagai komunikator (communicator) yang bertugas menyampaikan
pesan pendidikan (message) kepada penerima pesan (communican) yaitu
anak. Agar pesan-pesan pendidikan yang disampaikan guru dapat diterima dengan
baik oleh anak, maka dalam proses komunikasi pendidikan tersebut diperlukan
wahana penyalur pesan yang disebut media pendidikan/pembelajaran.
Pengertian
media memiliki multi makna, baik dilihat secara terbatas maupun secara luas.
Munculnya berbagai macam definisi disebabkan adanya perbedaan dalam sudut
pandang, maksud, dan tujuannya, sehingga banyak orang membedakan pengertian
media dan alat peraga. Namun tidak sedikit yang menggunakan kedua istilah itu
secara bergantian untuk menunjuk alat atau benda yang sama (interchangeable).
Selanjutnya
menurut Russell (1993) media merupakan saluran komunikasi. Media berasal dari
bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara
harfiah berarti perantara, yaitu perantara sumber pesan (a source)
dengan penerima pesan (a receiver). Mereka mencontohkan media ini dengan
film, televisi, diagram, bahan tercetak (printed materials), komputer,
dan instruktur. Dalam situasi pembelajaran terdapat pesan-pesan yang harus
dikomunikasikan. Pesan tersebut biasanya merupakan isi dari tema atau topik
pembelajaran.
Heinich,
R., Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S.E. 2002. Instructional
media and technology for learning, 7th edition. New Jersey: Prentice Hall,
Inc.
Langganan:
Postingan (Atom)